Berasa stuck..
Ga tau mesti gimana lagi..
Mesti melangkah ke mana lagi..
I remember days and nights were never cold
Had you in my life, I had you there to hold
And I remember love warm as a summer day
But I lost you
And I lost my way
Now I’m in the rain
Begging you please, please
Baby, won’t you show me the way back to your heart
Let me see a sign to know if I’m close or far
Lead me back to the road
That leads back to your arms
Back to your arms
Every night another lonely street
I walk down alone
Searching for a light
Your light to lead me home
Leave a candle in the window
And let it shine for me
Take my hand and take these tears away
I can’t take the pain
I’m on my knees, begging you please
Baby, won’t you show me the way back to your heart
Let me see a sign to know if I’m close or far
Lead me back to the road
That leads back to your arms
Back to your arms
Take my hand
Take me in your arms
I’m out in the dark
Down on my knees, begging you please
Show me the way back to your heart
Let me see a sign to know if I’m close or far
Lead me back to the road
That leads back to your arms
Back to your arms….
Berubah, perubahan pasti akan terjadi.
Entah sedikit atau banyak. Entah kita sadari atau tidak. Demikian halnya dengan yang saya alami. Dan baru saya sadari. Saya memang masih agak sering berhubungan dengan sahabat lama saya, walaupun lebih sering lewat sms. Saya pikir, saat saya mendengar suaranya ketika berbicara dengan saya (lewat telepon) atau bahasa smsnya, saya yakin bahwa dia masih sahabat saya. Sahabat yang saya kenal lebih dari 15 tahun. Sahabat dari saya SD. Dan dari suaranya yang masih seperti dulu, masih seakrab dulu, tadinya saya mengabaikan perubahan itu. Saya hanya berpikir, ah pastilah dia berubah. Dari yang belum berkerudung sampai akhirnya (dia pernah bercerita) sekarang dia berkerudung. Selebihnya saya tidak memperdulikan perubahan yang lain.
Selama dia masih menganggap saya sahabatnya, saya tidak perduli dengan kehidupan dia yang lain. Dia pasti punya privacy juga dan walaupun saya sahabatnya, tapi saya tidak hendak menuntut apa saja yang pernah dia alami. That’s all. Sampai, saat kemaren setelah lebaran, saya meminta alamat FS hanya untuk mempermudah komunikasi agar tidak terputus dengan teman&sahabat lama. Iseng-iseng, kemaren saya membuka FS saya, dan mlihat sahabat-sahabat saya. saya tercenung. Bingung. Ada sebuah nama & foto. Kok kayaknya ini muka familiar banget ya? Malah tadinya sempet kaget juga. Kok berasa kayak ngaca? Ngeliat muka sendiri di FS orang lain yang bukan saya kenal.. saya buka profile&foto-fotonya yang lain.
Saat itulah baru saya sadari. Dia tidak lain adalah sahabat saya yang biasa berkirim sms dengan saya. yang dulu sempat ada teman yang mengatakan, kami seperti kembar, hanya beda warna kulit. Dan beda orang tua&keluarga, tentunya. Yang masih berhubungan dengan saya setelah sekian lama, walaupun kami terpisah sekolah selama sekian tahun. Memang saat itu terakhir kami bertemu muka saat saya SMA. Setelah itu kami tidak pernah bertemu, padahal rumah kami lumayan dekat. Karena padatnya kegiatan kami lah yang membuat kami tidak bisa bertemu muka sampai sekarang.
Saya seperti terlempar ke masa lalu. 15 tahun yang lalu. Pertama kali kami bertemu. Pertama kali kami mulai dekat. Saya sudah lupa persis karena apa kami mulai bersahabat. Tapi saat itu, dia yang pertama kali mengajarkan kepada saya tentang arti seorang sahabat. Yang ketika sahabatnya salah, maka sudah sepantasnya sahabat yang lain memperingatkannya. Saat kami bersama-sama memberi julukan yang aneh satu sama lain. Dan sekarang, ketika kami telah beranjak dewasa, dengan perubahan fisik dan yang lainnya, baru saya sadari. Ternyata semuanya pun akan berubah, seperti halnya dengan saya juga. Tapi saya bersyukur, dia tidak berubah bersikap kepada saya. Dan dia tetap menganggap saya sahabat, lengkap dengan segala kekurangan saya. Karena itu yang paling penting untuk saya.
aku merasa ada yang berubah pada dirimu..
aku tak tau apa….
tak tau mengapa…
tapi perubahan itu nyata,,,jelas..
dan aku bisa merasakannya…
dan perasaanku yang dulu berusaha aku benamkan..
kini muncul kembali…
dan aku takut!!takut ketakutanku menjadi nyata!!
takut mimpi burukku menjadi nyata…
i’m afraid if i’m lost U!
what i should to do,honey???
agar ketakutanku tidak semakin menjadi-jadi…
please tell me..that my feels is never to be real…
Kenapa? Soalnya saya bukan tipe orang yang bisa menutup mata dan telinga tapi masih mau bergabung menjadi anggota, setelah tau ‘asli’-nya dan “isi”-nya organisasi-organisasi tersebut. Makanya dulu saya lebih memilih ikut dalam tim olahraga kampus. Lebih netral. Memang ada mahasiswa yang benar-benar konsisten dan konsekuen dengan keorganisasiannya, tapi itu hanya beberapa mahasiswa saja. Kebanyakan justru berusaha mengambil keuntungan dari keikutsertaan mereka dalam berorganisasi. Entah itu digunakan untuk me-lobby dosen atau mendapatkan kemudahan bila berurusan dengan birokrat kampus. Saya salut dengan teman yang tidak memakai jabatan mereka dalam organisasi untukmendapatkan nilai yang memuaskan. Mereka tetap menggunakan akal dan pikiran. Tetap memeras keringat juga seperti saya tanpa menggunakan embel-embel organisasi.
Saya masih ingat sekali, bagaimana seorang atau beberapa orang teman yang ketika ada kuliah atau sedang diberi tugas oleh dosen, tapi dia dengan santainya menjawab, “alah.. santai aja Chi. Ga usah buru-buru.. Gampang urusan ma Pak X. Tinggal dideketin aja…” atau ada teman yang memilih tidak mengikuti salah satu perkuliahan hanya karena alasan ada kegiatan dalam organisasi. Looh??? Ga habis pikir. Dan ga bisa saya terima dengan pemikiran saya. Ada juga seorang teman yang mengatakan, “Chi, tolong kerjain tugasku ya?” atau “Chi, tolong absenin ya?”. Atau yang lebih menyebalkan lagi, saat saya tanyakan, kok ga masuk kuliah? Kosmu kan lebih deket daripada rumahku? Dia malah bilang, “aku kan sibuk. Ngurus ini, itu, bla..bla..bla.. Kamu siih enak. Punya waktu banyak. Ga punya/ikut kegiatan apapun. Jadinya bisa ngerjain tugas.” Saya kan ga harus bilang ke dia, saya mengikuti kegiatan apa aja atau punya kegiatan apa di luar kampus? Toh, itu juga ga ada hubungannya dengan dia dan ga ada untungnya buat dia atau saya. Dan saya jadi ga respek lagi dengan dia. Kesannya dia meremehkan perkuliahan demi organisasi. Apakah organisasi yang menjadi penentu masa depan dia, bukannya perkuliahan. Ga tau deeh..
Saya tidak hendak menghujat orang-orang yang pintar me-lobby. Entah kepada atasan, pejabat atau dosen. Tidak pula hendak meremehkan organisasi kampus atau menjelek-jelekkan almamater. Tapi, tolonglah jangan jadikan alasan-alasan klise yang ga masuk akal itu untuk ga mengikuti perkuliahan atau tidak mengerjakan tugas. Saya juga tidak hendak menyinggung atau mencari musuh dengan mengatakan demikian. Ini hanya unek-unek dan suara hati saya saja yang bosan melihat ketidak seimbangan kehidupan kampus..
Always said I would know where to find love,
Always thought I’d be ready and strong enough,
But some times I just felt I could give up.
But you came and you changed my whole world now,
I’m somewhere I’ve never been before.
Now I see, what love means.
[Chorus]
It’s so unbelievable,
And I don’t want to let it go,
Something so beautiful,
Flowing down like a waterfall.
I feel like you’ve always been,
Forever a part of me.
And it’s so unbelievable to finally be in love,
Somewhere I’d never thought I’d be.
In my heart, in my head, it’s so clear now,
Hold my hand you’ve got nothing to fear now,
I was lost and you’ve rescued me some how-.
I’m alive, I’m in love you complete me,
And I’ve never been here before.
Now I see, what love means.
[Chorus]
When I think of what I have, and this chance I nearly lost,
I cant help but break down, and cry.
Oh yeah, break down and cry.
[Chorus]
Now I see, what love means
Tak terasa.. Waktu bergerak begitu cepat..
Tak terasa.. Waktuku hampir tiba..
Detik-detik menuju vonis (lagi)..
Apakah hasilya bisa lebih baik?? Ato justru lebih buruk??
Kurang 1 bulan lagi…
If I Ain’t Got You
Some people live for the fortune
Some people live just for the fame
Some people live for the power yeah
Some people live just to play the game
Some people think that the physical things
Define what’s within
I’ve been there before
But that life’s a bore
So full of the superficial
Some people want it all
But I don’t want nothing at all
If it ain’t you baby
If I ain’t got you baby
Some people want diamond rings
Some just want everything
But everything means nothing
If I ain’t got you
Some people search for a fountain
Promises forever young
Some people need three dozen roses
And that’s the only way to prove you love them
Hand me the world on a silver platter
And wondering what it means
No one to share, no one who truly cares for me
Some people want it all
But I don’t want nothing at all
If it ain’t you baby
If I ain’t got you baby
Some people want diamond rings
Some just want everything
But everything means nothing
If I ain’t got you
Some people want it all
But I don’t want nothing at all
If it ain’t you baby
If I ain’t got you baby
Some people want diamond rings
Some just want everything
But everything means nothing
If I ain’t got you
If I ain’t got you with me baby
Nothing in this whole wide world don’t mean a thing
If I ain’t got you with me baby
by : Alicia Keys
*i miss U so much,babe.. Do U hear this song?? that tell about my heart now.. something that so difficult to tell U*
a saat ini. Terutama dalam bidang telekomunikasi dan elektronik (atau biasa disebut e-technology) yang ada sekarang ini. Karena berkat kemajuan teknologi ini, saya bisa bertemu dengan para sahabat, kerabat, dan teman-teman lama (jaman saya SD) di dunia maya, walaupun saya jauh dari mereka dan tidak bertemu muka bertahun-tahun lamanya. Misalnya saja, seperti Friendster, Facebook, E-mail, YahooMessenger (YM), Meebo, dsb. Atau dunia blogger yang memudahkan saya untuk curhat, share, bila saya sedang merasa stuck atau merasa nyesek, seperti, Blogspot, WordPress, dsb.
Seperti yang saya alami beberapa waktu lalu. Entah mengapa saya teringat dengan teman-teman semasa SD dulu. Walaupun SD saya m
asih sangat dekat dengan rumah saya. dan teman-teman saya juga masih tinggal di satu kota dan satu daerah yang sama dengan saya. tapi, ternyata tidak bisa membuat kami bisa bertemu dengan mudah. Bahkan kami tidak bisa bertemu hingga bertahun-tahun lamanya karena padatnya aktivitas kami.Awalnya malah dia sempat tidak mengenal saya. karena saya lebih cantik dari dulu kali ya?hahaha..
Bahkan hingga akhirnya dia bercerita tentang saya kepada ibundanya(karena dia begitu dekat dengan ibundanya), dan ajaibnya sang ibunda masih ingat sekali dengan saya! Saya sampai takjub. Begitu pula dengan sahabat saya yang lain sewaktu SD, bernama Iftika (panggilan rumahnya, Ika), yang sekarang dipanggil Chika oleh teman-teman di kampusnya.
Saya bertanya kepada ibunda saya tentang mereka. begitu pun, ibunda saya masih sangat mengingat mereka. Rumah sahabat-sahabat saya tersebut, bagaimana rupa mereka, semua masih diingat dengan jelas oleh ibunda.
Sekarang saya jadi keranjingan ‘berburu’ sahabat-sahabat lama saya. jadi ketagihan ingin mengetahui keberadaan dan kabar mereka, yang syukur alhamdulillah mereka masih mau mengenal, mengingat dan berkomunikasi dengan saya.
Jadi teringat dengan kata-kata seorang filsuf China, “engkau bisa mencari 1000 musuh dengan mudah dalam 1 hari. Namun begitu sulitnya engkau mencari 1 orang sahabat dalam sehari”..
Mungkin masalah sebenarnya adalah misscommunication (ato lebih populer di sebut miskom) antara orang-orang terdekat saya. saya berusaha untuk tidak memihak si A maupun si B atau si C.
Tapi pada akhirnya tetap saja sulit sekali bagi saya untuk memutuskan jalan keluar yang terbaik. Pada akhirnya saya malah semakin pusing dengan masing-masing pihak yang (tentu saja) ingin dibenarkan. Sampai akhirnya, saya meminta bantuan pihak ke-3. sahabat saya yang berada di luar permasalahan tersebut. 1 orang sahabat laki-laki dan 1 orang sahabat wanita.
Mengapa? Karena saya ingin mengetahui masing-masing pendapat mereka dilihat dari sudut pandang yang berbeda dan ingin mengetahui benang merah dari permasalahan saya.
Akhirnya, setelah saya mengalami pergolakan batin,saya mulai sedikit bisa berpikir tenang dan bisa pelan-pelan menyelesaikan permasalahan agar 3 pihak yang sedang berseteru tidak semakin meruncing dan menjadi saling benci.
Dan sekali lagi.. berusaha menyelesaikan sebagai pihak yang netral, walaupun itu sulit untuk saya. Ya..ya.. semoga saja mereka mau mengerti keputusan saya. Karena saya tidak bisa memutuskan pihak mana yang paling saya sayangi. Karena semuanya saya sayangi.
Semoga saja mereka bisa mengerti…
Amien..
*buat teman, sahabat,kerabat.. maaf ya kalo ada sms yang lupa blm saya balas. biz banyak banget yang sms siih. ampe bingung, jadinya